<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>TEATER SATU MEI</title>
	<atom:link href="http://teater1mei.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teater1mei.wordpress.com</link>
	<description>STMIK Handayani Makassar</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Feb 2010 07:33:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='teater1mei.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f5396934453838b6098a7f46ab3b700d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>TEATER SATU MEI</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://teater1mei.wordpress.com/osd.xml" title="TEATER SATU MEI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://teater1mei.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>10 tips bermain drum</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2009/10/07/10-tips-bermain-drum/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2009/10/07/10-tips-bermain-drum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 15:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[1. Selalu menggunakan EAR PLUG (penutup telinga) guna melindungi telinga dari kerusakan dan selalu gunakan pada saat latihan dan tampil. Sekarang banyak pemain drum yang telah mengidap penyakit tinnitus (kuping mendengung) dan sampai sekarang obatnya masih belum ada. Sayangilah pendengaran anda. 2. Biasakan menggunakan METRONOME setiap kali berlatih sehingga tempo anda senantiasa stabil. 3. Bermainlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=183&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Selalu menggunakan EAR PLUG (penutup telinga) guna melindungi telinga dari kerusakan dan selalu gunakan pada saat latihan dan tampil. Sekarang banyak pemain drum yang telah mengidap penyakit tinnitus (kuping mendengung) dan sampai sekarang obatnya masih belum ada. Sayangilah pendengaran anda.</p>
<p>2. Biasakan menggunakan METRONOME setiap kali berlatih sehingga tempo anda senantiasa stabil.</p>
<p>3. Bermainlah dengan RILEKS, jangan tegang dan jangan membuang-buang tenaga, tidak ada gunanya.</p>
<p>4. Selalu menyiapkan STICK sendiri lebih dari satu pasang jika ingin tampil.</p>
<p>5. Jangan terlalu CEPAT PUAS dengan ilmu yang telah anda dapat. Cobalah menambah ilmu lagi dengan cara belajar dari guru drum yang berbeda atau dari teman anda yang lebih berpengalaman.</p>
<p>6. Jangan terlalu FANATIK pada satu atau dua aliran lagu saja, hal inilah yang dapat menghambat kreatifitas pemain dan membuat permainan anda menjadi monoton dan membosankan. Cobalah berbagai macam aliran musik dan usahakan anda dapat memainkan seluruh aliran musik yang ada.</p>
<p>7. Dalam permainan drum harus melibatkan FEEL atau dengan kata lain harus benar2 dirasakan, jangan asal pukul dan jangan pernah berpikiran bahwa semakin keras pukulan semakin bagus. Itu salah! Dan juga jangan berpikir bahwa semakin cepat anda bermain semakin hebat. Tidak juga, kekerasan dan kecepatan tidak ada sangkut pautnya dengan musikalitas.</p>
<p>8. Selalu berlatih dari TEMPO yang lambat dan jika sudah sangat terbiasa, tingkatkan temponya perlahan-lahan. Anda harus belajar berjalan dulu baru bisa lari.</p>
<p>9. DENGARKAN pada musisi lainnya, jangan hanya terfokus pada diri sendiri, dengarkan yang lain.</p>
<p>10. Jadilah pemain drum yang KREATIF, beri variasi pada setiap permainan drum yang anda dapat. Karena drum masih merupakan sesuatu yang &#8216;baru&#8217;, masih banyak variasi baru yang bisa anda dapatkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=183&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2009/10/07/10-tips-bermain-drum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Biola</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/asal-usul-biola/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/asal-usul-biola/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 03:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Devisi Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Biola termasuk salah satu jenis dari kelompok Violin, yang terdiri dari: Biola kecil, biola menengah, biola besar dan biola-bass, perbedaannya terletak pada ukurannya, namun cara berbunyi dan cara resonansinya sama. Biola dimainkan dengan cara digesek, pada umumnya disebut: alat musik gesek/senar-busur. Asal usul alat musik gesek termasuk cukup lama di dalam sejarah umat manusia, seiring [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=165&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="smallfont"><strong><br />
</strong></div>
<hr size="1" /><!-- / icon and title --> <!-- message --></p>
<div id="post_message_862629"><img src="http://i123.photobucket.com/albums/o281/ronnytaslim/biola.jpg" border="0" alt="" /><br />
Biola termasuk salah satu jenis dari kelompok Violin, yang terdiri dari: Biola kecil, biola menengah, biola besar dan biola-bass, perbedaannya terletak pada ukurannya, namun cara berbunyi dan cara resonansinya sama. Biola dimainkan dengan cara digesek, pada umumnya disebut: alat musik gesek/senar-busur. Asal usul alat musik gesek termasuk cukup lama di dalam sejarah umat manusia, seiring dengan penyebaran kebudayaan dan perubahan sejarah, oleh karena itu di wilayah berbeda kemungkinan terdapat sebutan berbeda untuk satu alat musik yang sama, atau bisa saja sebuah sebutan yang sama tapi yang dimaksud alat musik berbeda, perlahan-lahan seiring dengan situasi endemiknya maka telah berkembang menjadi alat musik yang beraneka-ragam.</p>
<p>KELAHIRAN<br />
Menurut catatan kuno bangsa Aria di India, pada 5.000 tahun yang lampau, raja Ravana dari negara Sri Langka telah mencipta alat musik yang menggunakan senar-busur, yakni Ravanastron, kemudian Ravanastron menyebar ke Afghanistan dan Persia, pada awal abad ke 1, semasa zaman kerajaan Da Yue Shi di Afghanistan, bentuk instrument musik itu berubah menjadi bentuk Pipa (alat musik petik dari Tiongkok), papan atasnya datar, punggungnya berasal dari kayu utuh yang dipahat cekung, agak halus, nada dan resonansinya agak besar. Pada abad ke 7 menyebar ke wilayah Arab dan sewaktu zaman keemasan Islam namanya diubah menjadi Rebab.</p>
<p>PENYEBARAN KE EROPA</p>
<p>Sekitar abad ke 8, seiring dengan perluasan pengaruh Islam, Rebab masuk ke Spanyol, kala itu Spanyol dibawah kekuasaan dinasti Aragon, orang Spanyol menyebut instrument tersebut sebagai Rebec atau Rebeca. Dalam waktu bersamaan juga memasuki Roma, Yunani, Eropa Timur dan Italia.</p>
<p>Pada abad pertengahan di Eropa, wilayah perkembangan alat musik gesek ialah Italia, Jerman dan Perancis, meskipun asal usul alat musik gesek bukan di Eropa, tetapi telah dibesarkan dan berjaya di Eropa. Alat musik gesek yang mula-mula masuk ke Eropa terdiri dari 2 macam yakni: Pegangan vertical dan Pegangan di atas lengan.</p>
<p>Biola dengan pegangan vertical adalah cara penyajian awal dari alat musik gesek, semenjak awal Rebab-Arab sampai ke Rebeca, hingga setelah ratusan tahun perubahan dari Rebeca menjadi Viol, semuanya dimainkan dengan vertical, sampai dengan abad ke 18 digantikan dengan kepopuleran Biola. Namun cara pegangan vertical sampai sekarang dapat dipertahankan pada alat musik berbagai daerah, misalnya: Hu Qin (baca: Hu Jin) dari Tiongkok, Gadulka dari Eropa Timur, Sarangi dan Sardi dari India, Morinchur dari Mongolia dll.</p>
<p>Biola dengan cara pegang di atas lengan dimainkan dengan meletakkan Rebeca di atas punggung tangan atau dijepit di bawah rahang, kemungkinan terpengaruh oleh Lyra dari Mesir, juga dikarenakan akibat pengaruh pementasan keliling penyair gelandangan Eropa dengan seniman nomad, itulah pionir/bentuk awal dari biola modern.</p>
<p>Viol muncul lebih dulu 1 abad dibandingkan Biola, karena ia pegangan vertical, maka ia bukanlah bentuk awal Biola, kemudian kedua alat musik itu eksis bersama-sama selama 2 abad. Suara Viol jelas dan manis, lembut dan elegan, itulah sebabnya biasanya dimainkan di forum high society, seperti di dalam istana; sedangkan volume Biola agak besar, suaranya brilian dan indah, bisa dimainkan antara level kuat dan lemah, maka itu lebih sesuai dengan forum yang luas, seperti assembly dan ball room-hotel dll. Kemudian pada sekitar abad ke 17 (th 1650), jelas Biola lebih disukai oleh dunia, kebutuhan dan posisi Biola semenjak saat itu melampaui Viol.</p>
<p>KELAHIRAN BIOLA<br />
Di bawah pertukaran dan hantaman budaya, Biola modern paling awal muncul pada abad ke 16 (sekitar th 1520) di Italia-utara, abad 16 adalah saat-saat tergemilang dari zaman Renaissance, dengan latar belakang Renaissance, lambat laun Biola mengarah ke bentuk modern sekarang ini, pembuatannya halus, proses/teknologi designnya sesuai dengan teknologi dan prinsip estetika, terlebih lagi suaranya yang indah dan nyaring, kuat serta lincah menonjolkan ciri alat musik zaman sekarang.</p>
<p>Kemudian ditambah lagi dengan ditumbuh-kembangkan oleh Cremona dan 3 clan pembuat biola paling terkenal dari Cremona yakni:, Amati, Stradivari dan Guarneri, hingga kini biola buatan mereka masih saja menjadi barang rebutan kolektor modern, dewasa ini masih diakui sebagai biola terbaik di dunia.</p>
<p>Pembuat biola zaman modern banyak yang giat mengupayakan perombakan dan pembaharuan, namun selalu saja tak mampu melebihi rancangan generasi pendahulu, walau terdapat sejumlah style pribadi ataupun perubahan mini, akan tetapi tetap tak bisa lepas dari pola semula, itulah sebabnya ada yang beranggapan, biola adalah item yang sudah maksimal di dalam sejarah teknologi umat manusia.</p>
<p>Teknik permainan dan kedudukan biola pada akhir abad ke 16 belum mencapai puncaknya, bagaimanapun perkembangan alat musik mengikuti dan saling mengisi dengan pemain dan komponis. Pada masa pertengahan abad ke 17, para komponis mulai khusus memperhatikan suatu bentuk musik untuk pertunjukan tertentu, seperti musik biola atau musik akustik, maka secara perlahan biola menggantikan peran viol.</p>
<p>Komponis Italia, Monteverdi secara resmi memasukkan biola ke dalam pertunjukannya, dan telah menciptakan banyak teknik bermain biola, menghasilkan lebih kaya lagi nada dan suara biola. Marini telah menulis banyak musik solo untuk biola. Sedangkan Corelli yang disebut sebagai “Bapak teknik biola modern”, adalah seorang pakar pertunjukan professional juga adalah seorang komponis, ia mulai mencipta sonata gaya biola dan 12 buah konser besar philharmonic orchestra (konser besar adalah bentuk awal dari konser). Karena telah hadir para komponis seperti tersebut diatas yang membuat perkembangan dan posisi biola telah maju dengan langkah besar, juga telah mempengaruhi komponis dari aliran klasik seperti: Bach, Georg Friedrich Händel, Mozart dll. Pada zaman Barocco karena kemajuan musik biola, musiknya lambat laun lepas dari cara pementasan musik akustik gereja dan terbentuklah pertunjukan musik dalam ruang. Sampai zaman akhir Barocco, skala bentuk orkestra dan kerumitannya semakin bertambah, dan teknik pertunjukan alat musik juga semakin lama semakin rumit dan beraneka ragam. Teknik biola juga pada awal abad ke 19 dibawa ke puncaknya oleh pakar biola Italia, Paganini.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=165&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/asal-usul-biola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i123.photobucket.com/albums/o281/ronnytaslim/biola.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Teori Dasar Bermain Drum</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/teori-dasar-bermain-drum/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/teori-dasar-bermain-drum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 03:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Devisi Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[remplaza_fecha(&#8217;22:42&#8242;); Dalam sebuah musik, tidak asing lagi dengan yang namanya Drum. Drum adalah sebuah alat musik sebagai pelengkap serta sebagai tempo di dalam sebuah musik.Terlihat permainan drum itu susah, namun sebenarnya sangat asyik jika dapat memainkannya. Didalam perminan drum dapat terlihat suasana emosi seseorang, selain itu juga permainan Drum juga berbeda-beda namun intinnya sesuai lagu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=162&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="post-title entry-title"><a href="http://dewagd.blogspot.com/2008/11/bermain-drum.html"><br />
</a></h2>
<p> remplaza_fecha(&#8217;22:42&#8242;);     </p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAi0H_KMQI/AAAAAAAAAAo/SZxN1ZWrXPo/s1600-h/drum-kit.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:275px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAi0H_KMQI/AAAAAAAAAAo/SZxN1ZWrXPo/s320/drum-kit.jpg" border="0" alt="" /></a> Dalam sebuah musik, tidak asing lagi dengan yang namanya Drum. Drum adalah sebuah alat musik sebagai pelengkap serta sebagai tempo di dalam sebuah musik.Terlihat permainan drum itu susah, namun sebenarnya sangat asyik jika dapat memainkannya.<br />
Didalam perminan drum dapat terlihat suasana emosi seseorang, selain itu juga permainan Drum juga berbeda-beda namun intinnya sesuai lagu yang sedang di bawakan.<br />
Dari para drumer dunia yang terkenal seperti Travis, dia bermain dengan mengandalkan kecepatan,kegesitan dan feeling tempo yang sangat baik. Selain itu juga Drumer terkenal lainnya seperti Mike Portnoy, dia bermain dengan memperhatikan suara ketukan lagu yang dimainkan agar suara pukulan sesuai dengan suara musik.<br />
Anda juga dapat bermain seperti mereka.<br />
Disini loe dapat pelajaran dasar yang lumayan berharga di dalam teknik bermain drum,jadi yang pertama loe mesti kenal ama bagian-bagian Drum:<br />
<span style="color:#ff0000;"><br />
1. Snare Drum</span><img style="float:left;cursor:pointer;width:306px;height:264px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJw_pfVI/AAAAAAAAABA/ahKoBvqt_h8/s320/ASnare.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><span style="color:#ff0000;"></p>
<p>2. Bass Drum</span><br />
<a href="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJwcDBaI/AAAAAAAAAAw/hf22efiCB1k/s1600-h/3.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:300px;height:300px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJwcDBaI/AAAAAAAAAAw/hf22efiCB1k/s320/3.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="color:#ff0000;"></p>
<p>3. Hi-Hat</span><a href="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnKEwcZpI/AAAAAAAAABI/npdg_nnKR-8/s1600-h/hihat.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;width:174px;height:320px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnKEwcZpI/AAAAAAAAABI/npdg_nnKR-8/s320/hihat.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="color:#ff0000;"></p>
<p>4. Small Tom</span><br />
<span style="color:#ff0000;">5. Medium Tom</span><a href="http://2.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJ1zQhtI/AAAAAAAAAA4/k6MAHaFPX3A/s1600-h/500776.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:290px;height:290px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJ1zQhtI/AAAAAAAAAA4/k6MAHaFPX3A/s320/500776.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="color:#ff0000;"></p>
<p>6. Floor Tom<br />
</span><a href="http://4.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSApPuEXVSI/AAAAAAAAABY/Tw-Q_xBX0q4/s1600-h/floor.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:95px;height:142px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSApPuEXVSI/AAAAAAAAABY/Tw-Q_xBX0q4/s320/floor.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p><span style="color:#ff0000;">7. Crash Cymbal</p>
<p></span><a href="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSApPrLg-fI/AAAAAAAAABg/sInr2YojCdE/s1600-h/crash.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:320px;height:312px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSApPrLg-fI/AAAAAAAAABg/sInr2YojCdE/s320/crash.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p><span style="color:#ff0000;">8. Ride Cymbal<br />
</span><a href="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnKCP8VXI/AAAAAAAAABQ/Ei9JyM0-SoA/s1600-h/ride.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:290px;height:290px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnKCP8VXI/AAAAAAAAABQ/Ei9JyM0-SoA/s320/ride.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>nah diatas ney adalah bagian-bagian dari drum, loe harus ingat jika loe pemain drum.<br />
langkah awal bermain drum adalah mempelajari teori ketukan 1/4,1/8,1/16, dan 1/32:</p>
<p>1) 1/4<br />
loe memukul snare drum sebanyak 2 kali,dengan menggunakkan tanggan kanan dan kiri.<br />
Tangan kanan loe saat memukul snare drum bareng dengan bass drum dan tangan kiri loe saat memukul snare drum juga bersamaan dengan bass drum.<br />
Pukulan loe tuh harus mempunyai tempo dengan hitungan detik jam.</p>
<p>2)1/8<br />
Hampir sama dengan ketukan 1/4, cuma beda tempo pukulan.<br />
Saat loe memukul snare drum dengan tangan kanan barengan dengan bass drum, setelah itu tangan kiri loe memukul snare drum tetapi tidak bersamaan dengan bass drum dan inget juga tempo pada bass sesuai detik jam.</p>
<p>3)1/16<br />
loe memukul sebanyak 4 kali pukulan dengan 1kali bass. Tangan kiri dan kanan lo bergantian memukul snare drum, ketukan bass sesuai tempo.</p>
<p>4) 1/32<br />
Disini kecepatan tangan dalam tempo bass harus di perhatikan. Loe memukulnya sebanyak 8 kali dan bass 1 kali, caranya sama dengan ketukan 1/16 cuma pukulan loe ke snare drum sebanyak 8 kali.</p>
<p>Demikian dasar teori bermain drum, untuk teori selanjutnya akan gw tulis kembali.<br />
Semoga dapat bermanfaat bagi teman &#8211; teman yang pengen belajar dasar bermain drum.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=162&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/teori-dasar-bermain-drum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAi0H_KMQI/AAAAAAAAAAo/SZxN1ZWrXPo/s320/drum-kit.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJw_pfVI/AAAAAAAAABA/ahKoBvqt_h8/s320/ASnare.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJwcDBaI/AAAAAAAAAAw/hf22efiCB1k/s320/3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnKEwcZpI/AAAAAAAAABI/npdg_nnKR-8/s320/hihat.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnJ1zQhtI/AAAAAAAAAA4/k6MAHaFPX3A/s320/500776.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSApPuEXVSI/AAAAAAAAABY/Tw-Q_xBX0q4/s320/floor.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSApPrLg-fI/AAAAAAAAABg/sInr2YojCdE/s320/crash.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_7GbEWyOQkVY/SSAnKCP8VXI/AAAAAAAAABQ/Ei9JyM0-SoA/s320/ride.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Bermain Gitar</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/teknik-bermain-gitar/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/teknik-bermain-gitar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 03:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Devisi Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Teknik bermain atau playing technique merupakan teknik yang diterapkan pada permainan gitar, seperti string skipping, tapping, dan sweep picking, yang bisa dikategorikan sebagai teknik mahir. Diperlukan pemahaman, ketelitian, ketekunan, dan konsistensi untuk menguasai teknik-teknik tersebut. Berikut merupakan beberapa hal yang mendasar yang perlu dipahami sebelum memulai: 1. tidak ada teknik yang terlalu sulit sehingga sulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=159&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Teknik bermain atau playing technique merupakan teknik yang diterapkan pada permainan gitar, seperti string skipping, tapping, dan sweep picking, yang bisa dikategorikan sebagai teknik mahir. Diperlukan pemahaman, ketelitian, ketekunan, dan konsistensi untuk menguasai teknik-teknik tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Berikut merupakan beberapa hal yang mendasar yang perlu dipahami sebelum memulai:</p>
<p class="MsoNormal">1.<span> </span>tidak ada teknik yang terlalu sulit sehingga sulit untuk dipelajari.</p>
<p class="MsoNormal">2.<span> </span>Faktor utama penunjang keberhasilah adalah keyakinan dan kemauan keras untuk berlatih.</p>
<p class="MsoNormal">3.<span> </span>Teknik apapun hanya berguna jika kita tahu sebatas mana menggunakannya.</p>
<p class="MsoNormal">4.<span> </span>Jangan pernah menyerah sebelum berhasil menguasai teknik tertentu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan:</p>
<p class="MsoNormal">1.<span> </span>Kuasailah lebih dahulu alternate picking.</p>
<p class="MsoNormal">2.<span> </span>Selanjutnya kuasailah legato playing.</p>
<p class="MsoNormal">3.<span> </span>Pahami dengan baik selurung range pada finger board.</p>
<p class="MsoNormal">4.<span> </span>Kuasailah berbagai bentuk akord dan tangga nada pada berbagai key center.</p>
<p class="MsoNormal">5.<span> </span>Milikilah sense of time/ tempo yang baik.</p>
<p class="MsoNormal">6.<span> </span>Selalu berlatih dengan metronome/ drum machine.</p>
<p class="MsoNormal">7.<span> </span>Milikilah referensi music yang luas, baik secara teknik maupun komposisi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">By Istimewa,                                                                         on 05-12-2008 14:16, 14:16</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=159&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/teknik-bermain-gitar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beda Seniman dan Artis</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/beda-seniman-dan-artis/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/beda-seniman-dan-artis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Aktivitas dunia hiburan di Kota Medan sungguh marak. Event organizer (EO) tumbuh bak cendawan di musim hujan. Panggung-panggung hiburan, mulai dari yang mendatangkan artis lokal, nasional hingga internasional berdiri gagah di Kota Medan. Kondisi sebaliknya kelihatan di dunia budayawan. * * * Pandangan mengiris hati muncul di dekat kampus Unimed Medan. Saban malam, pasca maghrib, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=155&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p><img src="http://nirwansyahputra.files.wordpress.com/2008/02/untuk-blog.jpg?w=101&#038;h=165&#038;h=165" border="0" alt="Barani Nasution (Faisal Reza)" hspace="4" vspace="4" width="101" height="165" align="left" />Aktivitas dunia hiburan di Kota Medan sungguh marak. Event organizer (EO) tumbuh bak cendawan di musim hujan. Panggung-panggung hiburan, mulai dari yang mendatangkan artis lokal, nasional hingga internasional berdiri gagah di Kota Medan. Kondisi sebaliknya kelihatan di dunia budayawan.</p>
<p>* * *<br />
Pandangan mengiris hati muncul di dekat kampus Unimed Medan. Saban malam, pasca maghrib, puluhan sepeda motor, yang membawa pasangan sedang pacaran dan juga tidak ketinggalan para ayah dan ibu yang membawa anaknya, melayangkan pandangannya ke suatu tempat hiburan baru yang berjarak puluhan meter dari jalan Slamet Ketaren. Mereka harus puas ”terhibur” dari jauh, pasalnya tiket dan suasana tempat hiburan untuk keluarga itu sungguh tak bisa di-budget-kan dalam satu atau dua bulan penghasilan mereka. Kesenjangan sosial memang benar-benar sedang kasat mata di negeri yang makmur ini.</p>
<p>Di tempat lain, biasanya di tanah lapang seperti Lapangan Benteng, even off air menghadirkan hiburan gratisan. Setiap orang tidak perlu membayar untuk melihat aksi para seniman alias artis. Para seniman yang konsentrasi di bidang musik ini, jangan heran, dibayar mahal oleh EO yang mendapatkan dana dari sponsor.</p>
<p>Ini di zaman modern. Puluhan, mungkin ratusan tahu lampau dan hingga kini, dunia hiburan tradisional yang ”gratisan” sudah menjadi konsumsi publik tanah air. Ronggeng, wayang, ludruk dan seterusnya adalah panggung-panggung hiburan masa lalu yang kini sedikit-sedikit mulai tergeser. Ada juga hiburan yang dulu tidak dibolehkan kini diizinkan kembali, misalnya yang paling dekat adalah seni barongsai.</p>
<p>Perdebatan kita tentulah bukan hal tersebut, melainkan soal kebudayaan, kesenian dan hiburan.</p>
<p><strong>Seniman dan Enternainer</strong><br />
Ini dialog singkat saja, adakah bedanya antara seniman dan entertainer (bila di-Indonesiakan berarti penghibur)?</p>
<p>Saya teringat film menarik yang diperankan oleh Zhang Zi Yi dan Michele Yeoh, yaitu <em>Memoir of Geisha</em>. Michele yang menjadi mentor Zhang Zi Yi ketika ia hendak menjadi seorang geisha menyatakan dengan tegas bahwa seorang geisha bukanlah seorang pelacur. ”Ia adalah seorang seniman dan haram hukumnya seorang geisha tidur dengan tamunya,” kata Michele Yeoh.</p>
<p>Film ini pun menggambarkan dengan jelas soal ”derajat seni” seorang geisha. Mulai dari sikap sehari-hari, cara berjalan, teknik tidur, tata rias, kemampuan menari, memainkan alat musik, menuangkan teh atau sake, teknik-teknik komunikasi dan cara melirik pria, sampai pada cara menolak ajakan tidur dari para tamu. Tidak sembarangan orang layak untuk diseleksi menjadi geisha. Dan setelah diseleksi, tak banyak yang lulus yang menjadi geisha.</p>
<p>Keluarbiasaan film ini, salah satunya, adalah penghapusan imej buruk dari seorang geisha. Geisha jelas beda dengan Jugun Ianfu (JI) alias wanita penghibur dan pemuas nafsu tentara-tentara Jepang. JI dulunya merupakan para wanita di daerah jajahan Jepang yang kemudian dipaksa dan diculik untuk menjadi budak nafsu. Para JI tinggal di barak-barak dan menurut pengakuan sebagian yang pernah diwawancara oleh beberapa media, di barak-barak itu mereka dipaksa melayani 5-15 orang setiap harinya. Dan itu semua tanpa bayaran!</p>
<p>Tapi apakah pembedaan antara seniman dan entertainer seterang perbedaan antara seorang geisha dan jugun ianfu?</p>
<p>Di banyak tayangan infotainment, kita melihat ketika seseorang diwawancara maka ada status yang diberikan oleh media kepada yang bersangkutan. Mulai dari artis, penyanyi, rocker, penari, pelawak, model, bintang sinetron, selebriti sampai pada seniman dan entertainer. Set the agenda yang dibuat oleh media memang luar biasa, sehingga masyarakat pun sampai ikut-ikutan latah bahwa semua yang muncul di acara infotainment adalah selebriti.</p>
<p>Di kamus, selebriti diartikan sebagai orang yang terkenal atau masyhur (biasanya tentang artis). Walau makna ini denotatif, tapi tetap saja sifatnya seperti karet, bisa meluas ke mana-mana. Amien Rais dan Presiden SBY tentu tak terbantahkan keterkenalannya. Tapi, merujuk pada keterangan kamus itu, Amien Rais dan SBY tentu bukan artis, lain bila Anang dan Krisdayanti yang memang artis. Jadi, kalau kita memang konsisten merujuk pada kamus, maka tokoh politik, pengacara, wartawan, dokter ataupun profesi lainnya, ”kurang” berhak masuk dalam kategori ”selebriti”.</p>
<p>Saya harus memakai kata kurang, karena, makna soal peruntukan artis tadi hanya diembel-embeli kata ”biasanya” alias konvensi saja. Nah, kalau pengacara kemudian mendompleng ketenaran dalam kasus-kasus cerai para artis di infotainment, tentu ini dalam rangka agar mereka mencapai tahap ”selebriti”.</p>
<p>Yang menjadi masalah ’kan, soal ke-artisan ini. Lagi-lagi, mari merujuk pada kamus. Di situ disebutkan artis adalah ahli seni, seniman, senimawati. Seandainya dia bekerja, maka dia harus mencapai tahap ”artistik” yaitu mempunyai nilai seni, bersifat seni ataupun mempunyai rasa seni.</p>
<p>Supaya tidak subjektif, di sini tidak akan disajikan pendapat ahli soal seni, tapi pendapat kamus saja. Di sana, seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya dan sebagainya). Arti lain soal seni adalah pertama, kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa), kedua, orang yang berkesanggupan luar biasa; jenius. Orangnya disebut seniman atau orang yang mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan dan menggelarkan karya seni.</p>
<p>Lagi-lagi, yang mesti digarisbawahi, denotasi dari kamus diberikan di sini hanya sebagai batasan saja. Karena implementasi di dataran masyarakat luas, cukup berbeda jauh.</p>
<p>Misalnya, sehebat-hebatnya Sutardji Caldzoum Bahri, Sapardi Djoko Damono dan Taufik Ismail membuat atau mengkritisi karya seni, ia tidak pernah disebut ”artis”. Bahkan, HB Jassin pun media –sebagai salah satu institusi yang paling bertanggungjawab dalam perkembangan bahasa- pun tak berani melabelkan dia sebagai artis.</p>
<p>Beda jauh, bila media memakai istilah seniman. Anehnya, Anang dan Krisdayanti, hingga saat ini belum pernah dilabelkan sebagai seniman melainkan artis. Kebalikannya, bukankah kita sering mendengar kalimat begini, ”Saya seniman bukan artis.”</p>
<p>Saya jelas belum meneliti apakah kesenjangan antara das solen dan das sein yang cukup parah ini juga sama kejadiannya dengan tingkat ekonomi dan pemasukan kalangan ”seniman” dan ”artis”. Namun, apakah sama honor WS Rendra dengan Krisdayanti sekali manggung?</p>
<p>Bila satu hal ini saja belum bisa diselesaikan, maka perdebatan selanjutnya antara tugas seorang seniman dan artis dengan entertainer, menjadi menarik. Seorang enternainer atau penghibur, jelas memerlukan kemampuan dan tidak bisa asal jadi. Namun, bukankah sering kita mendengar di televisi istilah entertainer ini juga seluas (bahkan lebih luas) kata ”artis”? Bahkan, seorang entertainer, yang dulunya hanya sekedar nge-MC, penyiar radio, dancer (ini artinya penari, entah mengapa kelihatan keren dari kata Indonesia) tiba-tiba disebut media sebagai ”artis”. Anehnya, ada pula kata ”artis sinetron” tapi ganjil kedengaran kata ”artis film”.</p>
<p>Kita tidak bisa menyebutkan ini hanyalah soal biasa saja. Contoh antara WS Rendra dan Krisdayanti di atas salah satu bukti konkret begitu besar pengaruh bahasa dalam kehidupan riil. Yang jelas, wilayah hiburan merupakan wilayah terbesar masyarakat itu berdiri dan menanti. Walau hiburan bukanlah hanya berarti soal tertawa atau tidak, puas atau tidak saja, namun lebih pada soal pemenuhan kebutuhan rasa dari masyarakat itu.</p>
<p>Wayang menjadi contoh paten ketika seluruh lapis masyarakat Jawa dalam jumlah besar tahan berjam-jam menyaksikan panggung gratis. Dan mereka tak cuma terhibur, tapi juga mendapatkan sesuatu untuk dilakoni, dihayati dan kemudian diceritakan bagi anak cucu.</p>
<p>”Bayaran” inilah yang kebanyakan menjadi kunyahan para seniman, bukannya para artis dan entertainer. Sesuatu hal yang menjadi tertawaan dunia kapitalistik. (*)</p>
<p>* * *</p>
<p>In <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Esai" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/esai/">Esai</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Geliat" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/geliat/">Geliat</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Kebudayaan" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/kebudayaan/">Kebudayaan</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Lapak" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/lapak/">Lapak</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Panggung" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/panggung/">Panggung</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Sastra dan Seni" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/sastra-dan-seni/">Sastra dan Seni</a> on <strong>19 Februari 2008</strong> at <strong>12:01 pm</strong></p>
<p>foto oleh<strong> Faisal Reza</strong></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=155&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/beda-seniman-dan-artis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nirwansyahputra.files.wordpress.com/2008/02/untuk-blog.jpg?w=101&#038;h=165" medium="image">
			<media:title type="html">Barani Nasution (Faisal Reza)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA TEKNIK BERMAIN BAGI ACTOR</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/pentingnya-teknik-bermain-bagi-actor/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/pentingnya-teknik-bermain-bagi-actor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 02:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Divisi Teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[TEKNIK BERMAIN (Acting) merupakan unsur penting bagi pemain (Actor). Actor dibedakan menjadi dua yaitu:pemain alam dan pemain bukan alam (buatan). Pemain alam mengetahui itu tanpa ada yang mengajarinya secara teratur dan juga barangkali tanpa membaca buku penuntun. Sedangkan pemain bukan alam mengetahui acting lewat pengajaran oleh seorang guru, atau dengan jalan berguru pada buku penuntun. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=151&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEKNIK BERMAIN (Acting) merupakan unsur penting bagi pemain (Actor). Actor dibedakan menjadi dua yaitu:pemain alam dan pemain bukan alam (buatan). Pemain alam mengetahui itu tanpa ada yang mengajarinya secara teratur dan juga barangkali tanpa membaca buku penuntun. Sedangkan pemain bukan alam mengetahui acting lewat pengajaran oleh seorang guru, atau dengan jalan berguru pada buku penuntun. Kedua jenis pemain ini berbeda, tetapi mereka disarankan untuk mengetahui seluk-beluk teknik bermain (Acting).</p>
<p>Cara mencapai hasil dalam menyampaikan sang seni dan sang ilham kepada orang lain, inilah yang disebut teknik dalam kesenian. Teknik ini ada yang unik dan ada yang umum. Teknik yang unik timbul dari pribadi seorang seniman yang memang unik. Orang lain bisa mempelajari karena mengaguminya, tetapi apabila ia lalu menggunakannya, maka itu berarti ia meniru atau terpengaruh, dan apa yang semula unik, lalu menjadi tidak unik lagi. Teknik yang umum yang sifatnya dasar, bisa dipakai, maka akan memberikan hasil yang umum dan tidak bisa dipakai secara umum. Bila dipakai, maka akan memberikan hasil yang umum dan tidak unik. Namum demikian teknik yang umum ini selalu penting dalam hidup setiap seniman, karena, meskipun sederhana, sangat dasar sifatnya. Teknik yang umum menyebabkan seniman merasa yakin dalam membawakan dirinya dalam keseniannya, selalu dapat menguasai yang ia ajak berkomunikasi, karena ia menguasai alat komunikasinya, atau dengan kata lain membuat ia menjadi fasih. Tapi perlu dicatat, hanyalah dengan teknik yang unik ia bisa memancarkan pribadinya.<br />
Demikian kedudukan teknik dalam kesenian, dan demikian pula kedudukan teknik bermain dalam seni seorang pemain. Dalam kritik-kritik seni sering menempatkan teknik bermain (acting) secara berlebih-lebihan. Penulis hanya menyarankan untuk meletakkan dalam kedudukan yang wajar saja.<br />
Sang seni dan sangilham, tanpa teknik, hanya akan menjadi gairah yang asik tapi tidak komunikatif. Barangkali ia akan sampai sebgai sesuatu yang kacau, atau bertele-tele, atau sama sekali tidak punya daya tarik. Sebaliknya, hampir setiap orang bisa mempelajari dan menghafalkan teknik seni bermain yang sudah disusun dan diajarkan, namun tanpa sang seni dan sang ilham ia tak akan mampu menyajikan seni bermain yang baik, karena ia hanya akan sampai pada efek-efek tanpa keindahan dan gubahan yang unik. Hanya dalam hasil kesenian yang buruk teknik itu nampak berlebihan atau kurang. Dlam hasil kesenian yang baik teknik sudah menyatu di dalam intuisi sang seniman, sehingga, dalam hal ini, teknik ini menjadi sepontanitas yang secara otomatis teratur dan sadar bentuk. Dengan kata lain ia tidak lagi merupakan bagian terperinci, melainkan sudah menjadi unsur yang padu.<br />
Demikianlah kalau ada pemeo yang mengatakan, bahwa teknik itu dipelajari untuk dilupakan, maka pada hakikatnya itu berarti bahwa teknik itu dipelajari dengan penghayatan sehingga akhirnya bisa menjadi semacam naluri. Dalam hal ini,</p>
<p><span class="post-metadata">Diposkan oleh Putri Biru / Dewi Biru di 5:35 PM </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=151&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/07/pentingnya-teknik-bermain-bagi-actor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMUNIKASI DALAM SENI PERTUNJUKAN TEATER</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/06/komunikasi-dalam-seni-pertunjukan-teater/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/06/komunikasi-dalam-seni-pertunjukan-teater/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 03:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Divisi Teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Komunikasi dalam Teater Teater merupakan kisah kehidupan manusia yang disusun untuk ditampilkan sebagai pertunjukkan di atas pentas oleh para pelaku dengan dan ditonton oleh publik (penonton).1 Baru dapat disebut seni pertunujukan teater apabila sudah dipentaskan,dan teater selalu bersifat &#8220;Actor oriented&#8221; (berorientasi pada pelaku pemain). Penulis Kehidupan Naskah Teater Penonton Sutradara Pemain Pekerja seni Tanda-tanda kehidupan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=110&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Komunikasi dalam Teater</strong></span></p>
<p>Teater merupakan kisah kehidupan manusia yang disusun untuk<br />
ditampilkan sebagai pertunjukkan di atas pentas oleh para pelaku dengan dan<br />
ditonton oleh publik (penonton).1<br />
Baru dapat disebut seni pertunujukan teater apabila sudah<br />
dipentaskan,dan teater selalu bersifat &#8220;Actor oriented&#8221; (berorientasi pada<br />
pelaku pemain).<br />
Penulis<br />
Kehidupan Naskah Teater Penonton<br />
Sutradara<br />
Pemain<br />
Pekerja seni<br />
Tanda-tanda kehidupan, simbol-simbol norma, tanda-tanda<br />
kebahasaan, simbol-simbol kejahatan, dsb dirangkai oleh penulis naskah dan<br />
dibawakan oleh actor di atas panggung untuk disampaikan kepada penonton.<br />
Dialog dan lakuan actor di atas panggung tanpa ada motivasi yang diresepsi<br />
dari tanda dan simbol kehidupan tidak akan bermakna. Lebih tidak bermakna<br />
lagi jika lakuan actor tidak dapat diinterpretasi atau diterima penonton sebagai<br />
respon dalam sebuah proses komunikasi.<br />
Teater sebagai sebuah seni pertunjukan tidak telepas dari aspek tanda<br />
dan simbol kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang merupakan bahan<br />
bakar penciptaan bagi penulis maupun pekerja seni teater lainnya akan<br />
membangun karya seni pertunjukan penuh dengan tanda dan simbol-simbol<br />
kehidupan. Tanda dan simbol yang sifatnya universal tersebut oleh banyak<br />
ilmuwan diyakini sebagai dasar dari semua komunikasi. Komunikasi adalah<br />
suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain<br />
melalui penggunaan simbil-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka<br />
dan lain-lain.2<br />
John Powers, dalam usahanya untuk mengembangkan berbagai<br />
macam cabang disiplin komunikasi, menegaskan bahwa yang paling penting</p>
<p>dalam komunikasi adalah pesan.3 Menurut Powers, pesan memiliki tiga unsur<br />
yaitu: tanda dan simbol, bahasa, dan wacana.<br />
Teater sebagai sebuah karya seni pertunjukan akan mengangkat<br />
pesan tentang kehidupan, tentang norma, tentang kebaikan, keburukan,<br />
kejahatan, dan berbagai watak karakter manusia untuk ditampilkan di atas<br />
panggung.<br />
Charles Morris, pakar semiotik dalam berbagai tulisannya<br />
menunjukkan bahwa seluruh tindakan manusia melibatkan tanda dan makna<br />
dalam berbagai macam cara yang menarik perhatian. Setiap ada tindakan<br />
orang akan menjadi sadar terhadap tanda, menginterpretasikan tanda dan<br />
kemudian memutuskan bagaimana cara meresponnya.4<br />
Simbol-simbol dari penulis naskah yang dibawakan oleh actor melalui<br />
interpreatsi sutradara berfungsi untuk mengkomunikasikan konsep, gagasan<br />
umum, pola, atau bentuk. Oleh Susane Langer konsep disebut makna yang<br />
dipegang bersama antara para komunikator, tetapi masing-masing<br />
komunikator juga akan memiliki kesan atau makna pribadi yang mengisi<br />
gambaran umum tersebut. Kesan pribadi merupakan konsepsi orang<br />
tersebut.5<br />
Makna terdiri atas konsepsi pribadi individu dan konsep umum yang<br />
dipegang bersama-sama dengan orang-orang lain. Misalnya, karakter tokoh<br />
Jumena dalam naskah Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C Noor yang menjadi<br />
sumber inspirasi penulis dalam penciptaan teater penuh dengan simbolsimbol<br />
makna pribadi maupun makna umum. Makna umum dalam naskah<br />
tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membacanya, mempelajarinya<br />
atau memainkannya.<br />
Makna merupakan kesan yang diakui secara umum. Jumena adalah<br />
tokoh yang memiliki watak dasar pendirian yang kuat, pendirian yang kuat<br />
inilah yang menjadikan ketidakyakinan Jumena terhadap segala sesuatu<br />
meski disisi lain Jumena adalah sosok yang religius. Makna pribadi adalah<br />
makna yang dimiliki Arifin C Noor terhadap Jumena dan orang-orang lain<br />
yang telah mempelajarinya termasu penulis.<br />
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teater sebagai sebuah<br />
seni pertunjukan memiliki unsur penting selain naskah, sutradara, dan actor<br />
berupa aspek tanda dan simbol sebagai pesan yang ingin disampaikan dalam<br />
kerangka proses komunikasi.<br />
Elemen Produksi Teater Sebagai Komunikasi Bersistem<br />
Selain pemain (actor) ada bagian penting dalam sebuah pertunjukan<br />
teater yaitu staf produksi. Staf Produksi teater pada umumnya terdiri dari</p>
<p>manager setingkat direktur perusahaan sampai pada petugas lapangan.6 Staf<br />
produksi teater dijelaskan seperti di bawah ini berikut termasuk tugas dan<br />
fungsinya.<br />
a. Produser<br />
Memiliki tugas mengurus produksi secara keseluruhan dan menetapkan<br />
personal (karyawan, petugas), anggaran biaya, program kerja, fasilitas,<br />
dan sebagainya.<br />
b. Direktor (sutradara)<br />
Sebagai koordinator pelaksanaan tugas-tugas penggarapan teater drama,<br />
seperti menyiapkan aktor, mengkoordinasi pekerja teater dsb.<br />
c. Stage Manager<br />
Bertugas memimpin pertunjukan atau pementasan dalam artian pemimpin<br />
langsung dilapangan pada saat pertunjukan, membantu sutradara dalam<br />
mengkoordinasi dan persiapan pemain dan pekerja teater.<br />
d. Designer<br />
Menyiapkan aspek-aspek visual: stage/ setting, property/ dekorasi,<br />
lighting/ tata lampu, costume/ make-up, sound, dan lain-lain.<br />
e. Pekerja Teater/ Crew<br />
Para pekerja yang bertanggung jawab dibagian pentas (stage crew),<br />
dibagian perlengkapan pentas/ dekorasi (properti crew), tata lampu (light<br />
crew), tata busana dan tata rias (costume crew),serta tata suara/musik<br />
(sound crew).<br />
Staf produksi di atas dalam melaksanakan tugasnya merupakan satu<br />
kesatuan. Salah satu staf tidak berfungsi baik maka staf yang lain akan<br />
mengalami hambatan dalam melaksanakan pementasan. Pekerjaan<br />
pertunjukan teater akan timpang dan tidak sempurna pelaksanaannya<br />
meskipun kemungkinan tugas dan fungsi tersebut bisa digantikan atau<br />
diwakili oleh staf yang lain.<br />
Sebagai satu kesatuan, staf produksi adalah sebuah sistem. Teori<br />
sistem oleh Fagen dikatagorikan bagian dari teori komunikasi. Vardiansyah<br />
yang mengutip pendapat Reusch menjelaskan bahwa komunikasi merupakan<br />
suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya<br />
dalam kehidupan.7<br />
Setiap sistem terdiri atas empat hal.8 Yang pertama adalah obyek:<br />
bagian-bagian, unsur-unsur, atau variabel-variabel di dalam sistem. Obyek<br />
bersifat fisik atau abstrak atau kedua-duanya, bergantung pada sifat sistem.<br />
Kedua, sistem terdiri atas atribut-atribut: kualitas atau sifat-sifat sistem dan<br />
obyek-obyeknya. Ketiga, sistem memiliki hubungan-hubungan internal antara<br />
obyek-obyeknya. Keempat, sistem ada dalam lingkungan.</p>
<p>Dengan demikian, sistem merupakan seperangkat hal/ benda yang<br />
saling mempengaruhi satu sama lain dalam suatu lingkungan dan membentuk<br />
pola lebih besar yang berbeda dari setiap bagian-bagiannya.9<br />
Produser, sutradara, stage manager, designer, dan pekerja teater<br />
adalah bagian atau unsur-unsur dalam sebuah sistem. Sistem yang dimaksud<br />
adalah sistem produksi seni pertunjukan teater. Mereka saling<br />
memperngaruhi satu dengan yang lain dalam satu lingkungan yaitu produksi<br />
seni dan membentuk pola-pola hubungan kerja internal yang berbeda satu<br />
dengan yang lain dan membangun pola tersebut menjadi pola-pola yang lebih<br />
besar.<br />
Sebuah sistem akan memiliki karakteristik tertentu. Kualitas sistem<br />
dalam seni pertunjukan teater adalah tidak saling mengucilkan dan atau<br />
mengecilkan tugas dan fungsi satu dengan yang lain, tetapi masing-masing<br />
berhubungan dengan cara tertentu dengan kualitas masing-masing.<br />
Seorang produser pada dasarnya tidak mudah untuk memecat atau<br />
memberhentikan sutradara, actor atau pekerja seni lainnya. Mereka terikat<br />
oleh satu aturan sistem yang sejak awal telah disepakati. Kesepakatan<br />
sebagai hubungan yang harmonis dalam bentuk kerja dan dituangkan dalam<br />
bentuk kontrak kerja.<br />
Keutuhan dan saling tergantung dalam sistem merupakan suatu<br />
keutuhan yang unik.10 Melibatkan pola hubungan yang berbeda dari setiap<br />
sistem lainnya. Sesuatu yang utuh jelas lebih utama daripada jumlah bagianbagiannya.<br />
Sistem adalah produk kekuatan-kekuatan atau interaksi-interaksi<br />
antara bagian-bagiannya. Sekelompok orang yang berdiri dalam deretan<br />
pada terminal bus bukan sistem, tetapi sekelompok orang yang duduk di<br />
sekitar meja, yang melakukan percakapan merupakan sebuah sistem. Tiap<br />
bagian dari sistem dibatasi oleh ketergantungannya pada bagian-bagian lain<br />
dan pola salingtergantung tersebut mengorganisir sistem.11<br />
Saling ketergantungan antara variabel-variabel suatu sistem dapat<br />
diungkapkan sebagai serangkaian asosiasi, atau korelasi. Korelasi, dua<br />
variabel atau lebih berubah secara bersama-sama. Dalam sebuah proses<br />
produksi misalnya, kecemasan sutradara dengan kemarahan produser<br />
mungkin berkorelasi. Korelasi bisa yang kuat atau lemah, bergantung<br />
bagaimana jalinan ketergantungan masing-masing dalam sebuah sistem.<br />
Dalam suatu sistem produksi seni yang kompleks, banyak variabel saling<br />
berhubungan satu dengan yang lain dalam suatu jaringan pengaruh yang<br />
berubah-ubah kekuatannya. Misalnya actor yang bersemangat, sutradara<br />
yang frustrasi, atau pekerja teater yang menarik diri, dan penyesalan stake<br />
holder mungkin terikat bersama-sama dalam suatu kelompok teater.</p>
<p>Sistem cenderung saling melekat satu dengan yang lain sebagai satu<br />
keutuhan. Unsur sistem merupakan bagian dari sistem dan sistem<br />
merupakan bagian dari sistem yang lebih besar.12 Ada semacam hirarki<br />
dalam rangkain sistem, subsistem, dan sub-sub sistem.<br />
Seorang sutradara akan menjadi pemimpin dan acuan bagi actor dan<br />
pekerja seni teater lainnya. Apapun yang menjadi instruksi sutradara harus<br />
dilakukan oleh actor dan pekerja seni lainnya. Hal ini menyangkut tugas dan<br />
fungsi sutradara dalam rangkaian sistem bahwa paling tidak sutradara sudah<br />
memahami lebih dahulu naskah atau ceritanya. Namun demikian diatas<br />
sutradara masih ada unsur atau variabel yang harus dipatuhi oleh sutradara<br />
yaitu produser ataupun stake holder. Penyandang dana sebagai stake holder<br />
punya kekuatan dalam hal kekuangan, namun akan tidak berdaya dan tidak<br />
mengahasilkan apa-apa jika tidak memilki sumber daya manusia yang disebut<br />
sutradara, actor maupun pekerja seni lainnya.<br />
Dengan demikian sistem merupakan serangkaian kompleksitas yang<br />
semakin bertambah. Sistem lebih besar dimana salah satu sistemnya<br />
merupakan bagian darinya disebut suprasistem, dan sistem lebih kecil yang<br />
terkandung dalam suatu sistem disebut subsistem. Tim produksi adalah<br />
suprasistem dari produser, sutradara,stage manger, designer, dan crew<br />
sebagai subsistem. Sutradara adalah suprasistem dari actor, pemusik, penata<br />
lampu, penata panggung sebagai subsistem.<br />
Elemen Teater Sebagai Rangkaian Komunikasi<br />
Drama is designed to be acted on the stage. Unsur-unsur pembangun<br />
teater adalah (1) lakuan, (2) panggung, (3) busana, (4) rias, (5) cahaya, dan<br />
(6) musik. Keenam unsur tersebut tidak lepas dari peran sutradara sebagai seniman<br />
penafsir (interpretative artist). Disamping itu, ada elemen-elemen lain yang tidak<br />
kalah penting (1) acting, (2) staging, dan (3) audience.13<br />
Tiga elemen tersebut merupakan unsur penting teater. Acting selalu berkaitan<br />
dengan peran dan pemeranan, yang sekaligus berkaitan dengan motivasi.<br />
Selain itu, berhubungan pula dengan panggung (staging) sebagai media lakuan.<br />
Panggung merupakan penggabungan semua unsur yang terkait dengan kebutuhan<br />
teater, panggung bukan hanya daerah permainan atau lokasi saja namun panggung<br />
dihadirkan secara lengkap dengan alat kelengkapan/ property diperlukan. Hal ini<br />
dimaksudkan untuk mencapai dampak estetis dikenal dengan aspek<br />
komposisi.<br />
Audience baik penonton biasa, penikmat, maupun pengkritisi merupakan<br />
unsur penting teater, yang fungsinya sebagai pendukung pementasan.<br />
Kehadiran mereka sangat besar artinya meskin hanya sebagai penonton<br />
yang tidak berbekal apa-apa atau penonton biasa. Penonton yang heterogen<br />
perlu mendapat perhatian sutradara, pemain dan yang lainnya paling tidak</p>
<p>memperhitungkan penonton dari aspek dan dimensi budayanya agar kelancaran<br />
komunikasi pementasan bisa berhasil.<br />
Acting seorang actor atau bagaimana pemeranan yang diperankannya<br />
memerlukan motivasi yang masing-masing actor akan ada korelasinya.<br />
Ketergantungan seorang actor dengan actor lainnya diikat bersama-sama<br />
dengan naskah, dialog ataupun alur cerita.<br />
Dalam sebuah pementasan, jika seorang actor lepas dari cerita dalam<br />
naskah atau ada dialog-dialognya keluar dari naskah maka akan terjadi<br />
kegagalan komunikasi. Ketergantungan antar actor sebagai sebuah sistem<br />
menjadi kacau dan tidak harmonis. Ketidakharmonisan ini akan berakibat pula<br />
tidak tersampaikannya pesan sebagai tanda dan simbol-simbol kehidupan<br />
dalam sebuah komunikasi seni pertunjukan teater.<br />
Dialog Memuat Pesan<br />
Dialog yang dibawakan actor merupakan salah satu aspek esensial<br />
yang ada dalam seni pertunjukan teater. Bukan berarti bahwa kekhasan<br />
teater hanya terletak pada dialog, melainkan banyak hal yang menjadikan<br />
dialog menjadi ciri khas teater, apalagi jika dikembalikan pada aspek-aspek<br />
kehidupan maka terjadinya komunikasi antara actor dan penonton menjadi<br />
signifikan.14<br />
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi antar manusia begitu penting.<br />
Mutlak manusia sangat butuh komunikasi dengan orang lain untuk<br />
menyampaikan gagasan, pikiran, perasaan. Dengan komunikasi kita dapat<br />
mengetahui watak seseorang secara jelas. Komunikasi seperti ini membuka<br />
kemungkinan seseorang memahami orang lain. Dalam komunikasi akan<br />
terjadi proses pikiran seseorang mempengaruhi pikiran orang lainnya.15<br />
Hanya melalui bahasa yang komunikatif yang diwujudkan dalam<br />
bentuk dialog, kita dapat memahami siapa dan bagaimana lawan bicara kita.<br />
Lebih-lebih bila komunikasi dalam bentuk dialog tersebut disertai dengan<br />
lakuan akan lebih memperjelas maknanya.<br />
Pesan harus disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan<br />
kesalahpahaman. Dalam situasi komunikasi tidak harus antara dua orang,<br />
yang satu sebagai pembicara aktif dan yang lain sebagai pendengar setia,<br />
tetapi bisa juga komunikasi tersebut melibatkan banyak orang. Yang<br />
dipentingkan adalah bagaimana mengatur arus lalu lintas komunikasi agar<br />
terjadi pergantian atau giliran bicara yang wajar. Kita harus memberi peluang<br />
kepada lawan bicara agar memiliki kesempatan mengungkapkan isi hatinya.<br />
Kesempatan yang kita berikan tidak harus berbentuk balasan perkataan atau<br />
menjawab dengan kalimat yang panjang, tetapi dapat dilakukan dengan<br />
berbagai cara, paling tidak memberi respon. Respon berdasarkan stimulus</p>
<p>tersebut tidak harus berwujud kalimat, tetapi bisa juga diwujudkan dalam<br />
bentuk gerak atau perilaku.<br />
Yang lebih penting lagi adalah bagaimana seorang actor memberi<br />
muatan makna dialog agar dapat menumbuhkan pengertian bagi lawan bicara<br />
maupun penonton sebagai penerima pesan. Ketepatan actor memberi<br />
muatan pada kalimat-kalimat yang didialogkannya akan menciptakan<br />
komunikasi yang sempurna.<br />
Dialog-dialog yang diucapkan actor atau pemain harus selaras dengan<br />
penggambaran lakuan di atas panggung. Perlu dilakukan proses analisis<br />
dialog oleh actor utamanya sebelum pemanggungan di mulai agar<br />
memperoleh gambaran yang nyata tentang apa yang sebenarnya difokuskan<br />
dalam dialog tersebut.<br />
Analisis dialog dapat dilakukan secara sederhana dalam bentuk yang<br />
mirip dengan memenggal-menggal kalimat menjadi bagian-bagian yang<br />
sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan. Tekanan pada beberapa<br />
bagian kalimat perlu juga diberikan agar lebih mengekspresikan muatan<br />
emosinya.16<br />
Jika actor tidak mampu menerjemahkan dialog-dialog dan<br />
memperkuatnya dengan lakuan-lakuan di atas panggung maka yang terjadi<br />
adalah kesalahpahaman atau tidak munculnya komunikasi antara actor<br />
sebagai pembawa pesan dengan penonton sebagai penerima pesan. Sebuah<br />
komunikasi baru akan terjadi jika ada komunikator pengirim, pesan, dan<br />
target komunikan penerima.17<br />
16</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=110&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2009/01/06/komunikasi-dalam-seni-pertunjukan-teater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teater</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/46/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/46/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 07:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Divisi Teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/46/</guid>
		<description><![CDATA[Teater (Bahasa Inggris &#8220;theater&#8221; atau &#8220;theatre&#8221;, Bahasa Perancis &#8220;théâtre&#8221; berasal dari Bahasa Yunani &#8220;theatron&#8221;, θέατρον, yang berarti &#8220;tempat untuk menonton&#8221;) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=46&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- start content --><strong>Teater</strong> (Bahasa Inggris &#8220;theater&#8221; atau &#8220;theatre&#8221;, Bahasa Perancis &#8220;<em>théâtre</em>&#8221; berasal dari Bahasa Yunani &#8220;theatron&#8221;, <em>θέατρον</em>, yang berarti &#8220;tempat untuk menonton&#8221;) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan <span class="new">akting</span>/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, <em>Dynamics of Drama</em>, mendefinisikan teater sebagai &#8221; yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.&#8221; Teater bisa juga berbentuk: <a title="Opera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Opera">opera</a>, <a class="new" title="Ballet (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ballet&amp;action=edit&amp;redlink=1">ballet</a>, <a class="new" title="Mime artist (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mime_artist&amp;action=edit&amp;redlink=1">mime</a>, <a title="Kabuki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabuki">kabuki</a>, pertunjukan <a title="Boneka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boneka">boneka</a>, <a class="new" title="Tari India klasik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tari_India_klasik&amp;action=edit&amp;redlink=1">tari India klasik</a>, <a title="Kunqu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kunqu">Kunqu</a>, <a class="new" title="Mummers Play (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mummers_Play&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>mummers play</em></a>, <a class="new" title="Improvisasi performance (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Improvisasi_performance&amp;action=edit&amp;redlink=1">improvisasi performance</a> serta <a title="Pantomim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantomim">pantomim</a>.</p>
<h3>Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=46&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/46/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TARI</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/43/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/43/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 07:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Divisi Tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=43&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tari</strong> adalah gerak tubuh secara <span class="new">berirama</span> yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi <span class="new">tari rakyat</span>, <span class="new">tari klasik</span>, dan <span class="new">tari kreasi baru</span>. <strong>Dansa</strong> adalah tari asal <span class="new">kebudayaan Barat</span> yang dilakukan pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik.</p>
<h2><span class="mw-headline">Tari nusantara</span></h2>
<ul>
<li><a title="Bedaya Ketawang (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bedaya_Ketawang&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Bedaya Ketawang</a></li>
<li><a title="Legong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Legong" target="_blank">Legong</a></li>
<li><a title="Gitek (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gitek&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Gitek</a></li>
<li><a title="Galombang (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Galombang&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Galombang</a></li>
<li><a title="Serampang dua belas (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serampang_dua_belas&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Serampang dua belas</a></li>
</ul>
<p><a id="Dansa" name="Dansa"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Dansa</span></h2>
<div class="thumb tright"></div>
<p>Dansa adalah kegiatan yang membutuhkan pasangan dan pasangan lainnya sebagai penyemarak. Hampir semua jenis dansa punya sejarah sosialnya sendiri-sendiri. Slow waltz mulai dikenal pada pertengahan tahun <a title="1700-an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1700-an">1700-an</a> di kalangan bangsawan <a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>. Slow waltz yang romantik merupakan &#8220;keturunan&#8221; dari Vienese waltz yang bertempo lebih cepat. Tempo 3/4 yang digunakan sebelumnya diperlambat seiring dengan para penulis lagu balada yang bertutur soal kisah cinta. Keanggunan waltz kalau dalam lagu kira-kira seperti Tennesse Waltz yang dilantunkan oleh penyanyi <a class="new" title="Tom Jones (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tom_Jones&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tom Jones</a> dulu.</p>
<p>Dansa terdiri dari dua dansa yang populer, yakni karakteristik Latin dan karakteristik ballroom standar. Dansa Latin, misalnya cha cha, rumba, samba, jive, dan paso double. Sedangkan yang disebut ballroom standar (standard ballroom) antara lain waltz, romantic, slow foxtrot, quick step vienese waltz, dan <a title="Tango" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tango">tango</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=43&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/43/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sastra</title>
		<link>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/40/</link>
		<comments>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/40/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 07:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikbaltsm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Divisi Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teater1mei.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti &#8220;teks yang mengandung instruksi&#8221; atau &#8220;pedoman&#8221;, dari kata dasar śās- yang berarti &#8220;instruksi&#8221; atau &#8220;ajaran&#8221;. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada &#8220;kesusastraan&#8221; atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=40&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merupakan <span class="mw-redirect">kata serapan</span> dari bahasa Sanskerta <em>śāstra</em>, yang berarti &#8220;teks yang mengandung instruksi&#8221; atau &#8220;pedoman&#8221;, dari kata dasar <em>śās-</em> yang berarti &#8220;instruksi&#8221; atau &#8220;ajaran&#8221;. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada &#8220;kesusastraan&#8221; atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.</p>
<p>Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau <span class="new">sastra lisan</span> (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.</p>
<p>Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.</p>
<h2><span class="mw-headline">Sastra Nusantara</span></h2>
<ul>
<li><a title="Sastra Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Bali" target="_blank">Sastra Bali</a></li>
<li><a title="Sastra Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Banjar" target="_blank">Sastra Banjar</a></li>
<li><a title="Sastra Batak (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Batak&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Batak</a></li>
<li><a title="Sastra Bugis (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Bugis&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Bugis</a></li>
<li><a title="Sastra Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Indonesia">Sastra Indonesia</a><a href="http://" target="_blank"> (Modern)</a></li>
<li><a title="Sastra Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Jawa" target="_blank">Sastra Jawa</a></li>
<li><a title="Sastra Madura (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Madura&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Madura</a></li>
<li><a title="Sastra Makassar (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Makassar&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Makassar</a></li>
<li><a title="Sastra Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Melayu" target="_blank">Sastra Melayu</a></li>
<li><a title="Sastra Minangkabau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Minangkabau" target="_blank">Sastra Minangkabau</a></li>
<li><a title="Sastra Sasak (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Sasak&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Sasak</a></li>
<li><a title="Sastra Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Sunda" target="_blank">Sastra Sunda</a></li>
<li><a title="Sastra Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Lampung" target="_blank">Sastra Lampung</a></li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Sastra Barat (Eropa dan jajahannya)</span></h2>
<ul>
<li><a title="Sastra Belanda (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Belanda&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Belanda</a></li>
<li><a title="Sastra Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Inggris" target="_blank">Sastra Inggris</a></li>
<li><a title="Sastra Italia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Italia&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Italia</a></li>
<li><a title="Sastra Jerman (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Jerman&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Jerman</a></li>
<li><a title="Sastra Latin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Latin&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Latin</a></li>
<li><a title="Sastra Perancis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Perancis" target="_blank">Sastra Perancis</a></li>
<li><a title="Sastra Rusia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Rusia&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Rusia</a></li>
<li><a title="Sastra Spanyol (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Spanyol&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Spanyol</a></li>
<li><a title="Sastra Yunani (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Yunani&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Yunani</a></li>
</ul>
<h2><span class="mw-headline">Sastra Asia</span></h2>
<ul>
<li><a title="Sastra Arab (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Arab&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Arab</a></li>
<li><a title="Sastra Tiongkok (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Tiongkok&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Tiongkok</a></li>
<li><a title="Sastra Ibrani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Ibrani" target="_blank">Sastra Ibrani</a></li>
<li><a title="Sastra India Modern (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_India_Modern&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra India Modern</a></li>
<li><a title="Sastra Jepang (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Jepang&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Jepang</a></li>
<li><a title="Sastra Parsi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sastra_Parsi&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">Sastra Parsi</a></li>
<li><a title="Sastra Sansekerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Sansekerta" target="_blank">Sastra Sansekerta</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teater1mei.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teater1mei.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teater1mei.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teater1mei.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teater1mei.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teater1mei.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teater1mei.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teater1mei.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teater1mei.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teater1mei.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teater1mei.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teater1mei.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teater1mei.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teater1mei.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teater1mei.wordpress.com&amp;blog=5952709&amp;post=40&amp;subd=teater1mei&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teater1mei.wordpress.com/2008/12/25/40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea3a4a0f6559680c4ee3aff3eeb57afa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikbaltsm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
